Anxiety disorder atau gangguan kecemasan adalah kondisi yang jauh lebih umum dari yang kita kira. Banyak orang mengalaminya tanpa sadar, atau malah menganggapnya sebagai bagian normal dari kehidupan sehari-hari. Padahal, menurut pakar kesehatan mental, anxiety disorder adalah kondisi psikologis yang perlu dipahami dan di tangani dengan tepat agar tidak mengganggu kualitas hidup seseorang.
Dalam artikel ini, saya akan membahas penyebab utama munculnya anxiety disorder menurut para ahli, serta berbagai cara penanganan yang terbukti efektif. Bahasa yang saya gunakan akan santai dan lebih personal agar lebih mudah di cerna.
Apa Itu Anxiety Disorder Menurut Pakar Mental?
Sebelum membahas lebih jauh, perlu di pahami dulu bahwa anxiety disorder berbeda dengan rasa cemas biasa. Rasa cemas wajar terjadi saat kita menghadapi situasi menegangkan, seperti ujian, wawancara kerja, atau mengambil keputusan penting.
Namun, pakar mental menjelaskan bahwa anxiety disorder adalah kondisi ketika rasa cemas muncul secara berlebihan, tidak rasional, dan mengganggu aktivitas harian. Bahkan ada yang muncul tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas.
Beberapa jenis anxiety disorder yang umum antara lain:
-
Generalized Anxiety Disorder (GAD)
-
Panic Disorder
-
Social Anxiety Disorder
-
Specific Phobia
-
Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
-
Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)
Penyebab Anxiety Disorder Menurut Pakar Mental
Penyebab anxiety disorder bukan hanya satu faktor. Biasanya merupakan kombinasi antara faktor biologis, psikologis, dan lingkungan. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga
Menurut para ahli kesehatan mental, seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat anxiety disorder lebih berisiko mengalami kondisi yang sama. Hal ini biasanya berkaitan dengan faktor biologis yang diturunkan, seperti sensitivitas berlebihan pada sistem saraf atau kadar hormon stres tertentu.
Tapi perlu digarisbawahi bahwa faktor genetik hanya meningkatkan risiko, bukan menentukan seseorang pasti mengalami gangguan kecemasan.
2. Ketidakseimbangan Kimia Otak
Pakar mental juga menekankan bahwa gangguan kecemasan sering kali berhubungan dengan ketidakseimbangan neurotransmitter, terutama serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Ketika zat kimia ini terganggu, tubuh bisa memicu reaksi cemas yang tidak proporsional.
Misalnya, seseorang bisa merasa jantung berdebar dan gelisah meskipun tidak ada penyebab nyata.
3. Lingkungan dan Pengalaman Masa Kecil
Banyak pasien dengan anxiety disorder memiliki riwayat pola asuh yang keras, trauma masa kecil, atau pernah berada di lingkungan yang penuh tekanan. Memori dan pengalaman negatif tersebut tersimpan di alam bawah sadar dan akhirnya memengaruhi cara seseorang merespons stres di masa dewasa.
Contohnya:
-
Pernah kehilangan orang yang di cintai
-
Terpapar kekerasan fisik atau verbal
-
Pengalaman di tolak sosial
Hal-hal seperti ini sering kali membentuk pola kecemasan di kemudian hari.
Baca Juga:
Tips Mengatasi Overthinking Yang Dapat Mengganggu Aktivitasmu
4. Faktor Kepribadian
Pakar mental menjelaskan bahwa tipe kepribadian tertentu lebih rentan mengalami anxiety disorder. Misalnya orang yang:
-
Perfeksionis
-
Sensitif
-
Mudah merasa bersalah
-
Sulit mengekspresikan emosi
-
Cenderung overthinking
Tanpa sadar, pola pikir ini membuat seseorang mudah memicu kecemasan berlebihan.
5. Stres Kronis
Tekanan yang berlangsung bertahun-tahun dapat menguras kapasitas mental dan fisik seseorang. Lingkungan kerja yang toksik, hubungan yang tidak sehat, beban akademik, atau masalah keuangan bisa menjadi pemicu anxiety disorder jika tidak di tangani sejak awal.
Tubuh pada akhirnya terbiasa berada dalam mode “siaga”, sehingga rasa was-was muncul terus menerus meski tidak diperlukan.
Cara Pengobatan Anxiety Disorder Menurut Pakar Mental
Kabar baiknya, anxiety disorder bisa di tangani dengan berbagai metode pengobatan. Pakar mental merekomendasikan kombinasi terapi psikologis, obat-obatan, serta perubahan gaya hidup agar hasilnya lebih optimal.
1. Terapi Psikologis (Psychotherapy)
Ini adalah metode yang paling sering direkomendasikan oleh pakar mental karena efeknya yang bersifat jangka panjang.
a. Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
CBT adalah terapi utama untuk anxiety di sorder. Terapis akan membantu pasien mengenali pola pikir negatif yang memicu kecemasan dan menggantinya dengan pola yang lebih rasional dan sehat.
Terapi ini terbukti efektif untuk mengurangi kecemasan yang kronis.
b. Exposure Therapy
Biasanya diberikan untuk fobia atau social anxiety. Pasien akan di ajak menghadapi situasi pemicu kecemasan secara bertahap hingga tubuhnya terbiasa dan tidak lagi bereaksi berlebihan.
c. Terapi Trauma (EMDR)
Untuk kasus PTSD, terapis dapat menggunakan EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing). Teknik ini membantu otak memproses kembali pengalaman traumatis sehingga tidak lagi menimbulkan reaksi ekstrem.
2. Pengobatan dengan Obat-Obatan
Dalam beberapa kasus, terutama yang sudah parah, pakar mental mungkin meresepkan obat seperti:
-
Antidepresan (SSRI atau SNRI)
-
Obat anti-kecemasan (benzodiazepine, di berikan dengan hati-hati)
-
Beta-blocker untuk meredakan gejala fisik seperti jantung berdebar
Penggunaan obat harus selalu di awasi oleh psikiater karena setiap orang memiliki respons yang berbeda.
3. Perubahan Gaya Hidup
Meskipun terlihat sederhana, perubahan rutinitas dapat memberikan efek besar terhadap tingkat kecemasan.
Beberapa yang sering di sarankan adalah:
-
Olahraga rutin minimal 30 menit setiap hari
-
Mengurangi konsumsi kafein
-
Tidur cukup dan teratur
-
Menerapkan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam atau meditasi
-
Menjaga kualitas sosial dan hubungan emosional
Menurut pakar, gaya hidup sehat dapat membantu menstabilkan hormon stres dan meningkatkan ketahanan mental seseorang.
4. Teknik Self-Healing yang Bisa Dilakukan di Rumah
Selain bantuan profesional, beberapa teknik sederhana berikut bisa membantu mengurangi kecemasan:
a. Mindfulness
Melatih perhatian penuh membantu seseorang tetap fokus pada saat ini tanpa terjebak pikiran berlebihan.
b. Journaling
Menuliskan isi pikiran dapat membantu otak “mengeluarkan” kecemasan sehingga tubuh terasa lebih lega.
c. Grounding Technique
Teknik ini efektif saat serangan panik datang. Misalnya metode 5-4-3-2-1 (menyebutkan apa yang dilihat, dirasakan, didengar, dicium, dan disentuh).
5. Dukungan Sosial
Pakar mental juga menekankan betapa pentingnya sistem pendukung, baik keluarga maupun teman. Berbicara dengan orang yang di percaya dapat meredakan kecemasan dan membuat seseorang merasa tidak sendirian.
Jika kamu merasa mengalami gejala anxiety disorder, kamu nggak perlu merasa salah atau malu. Banyak orang mengalaminya dan bantuan profesional selalu tersedia. Yang terpenting adalah mengenali tanda-tandanya dan berani mencari pertolongan.
Tinggalkan Balasan